Senin, 30 Januari 2012

Ketika Pembudidaya Tergantung Sentra Ikan Hias Slipi

Walaupun pasarnya tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, ikan cupang tetap diburu penggemar. Budi daya ikan cupang merupakan jenis usaha ikan hias yang kian hari makin banyak peminatnya. Di samping punya penggemar tersendiri, membudidayakan ikan cupang ternyata juga menjadi usaha yang bisa dijadikan penopang hidup. Salah satu contohnya adalah usaha budi daya ikan cupang yang dilakukan warga Slipi. Palmerah, Jakarta Barat, karena jumlah peternaknya mencapai ratusan orang, kawasan ini bisa dikatakan sebagaisentra pembudidayaan ikan cupang terbesar di jakarta.


Walaupun pasarnya tidak seramai tahun 1999-2002. namun keberadaannya tetap diburu penggemar. Seperti yang disampaikan Ketua Komunitas Pengusaha Ikan Hias Kota Bambu Slipi (Ko-bapi), Jakarta Barat, Ahmadi. "Cupang menjadi ikan hias nomor wahid yang paling diburu konsumen jika masa kontes tiba," katanya saat ditemui di sentra ikan hias cupang di Slipi, Jakarta Barat, yang bernama resmi Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias Slipi, Rabu (25/1).


Diakui, popularitas ikan cupang hias mulai tergeser mulai 2002 seiring hadirnya ikan louhan yang ber-jidat jenong tapi dipercaya membawa hoki alias keberuntungan. "Tapi itu tidak menyurutkan pedagang melahirkan sentra ikan cupang hias Slipi. Jakarta Barat karena ikan yang masuk dalam keluarga jenis Anabanti-dae (Abirynih fisher) itu masih punya banyak penggemar . fanatik," ungkapnya. Pada musim kontes, per-mintaan ikan cupang cukup besar. Bahkan, menurut Ketua Koperasi Pengusaha Ikan Hias (Kobapi). M Yamin Umar, peningkatan permintaannya bisa mencapai 30 persen. Dalam kontes tersebut, penilaian didasarkan pada warna dan postur tubuh, kesehatan, serta kelincahan gerak. "Untuk mendapatkan ikan seperti yang dimaksud, penggemar akan memadati sentra ikan di Slipi. Ikan ini diburu karena pemenangnya bisa dihargai berkali-kali lipat." ujar Yamin.
Di luar Juni dan November, pembeli yang datang ke sentra Slipi adalah penggila fanatik ikan cupang hias. Karena itu, saat ini paling hanya pehobi yang rajin menyambangi sentra ini. "Jujur saja, kondisi ini berdampak pada penumnan pendapatan sentra ikan cupang hias Slipi." ia menjelaskan tanpa bersedia menyebutkan pendapatan para pedagang yang bernaung di bawah koperasi yang dipimpinnya.

Pola simpan pinjam semacam ini tentu sangat bermanfaat bagi pedagang ikan cupang hias skala kecil seperti Heri Susanto, yang baru bisa menjual 200-500 ekor bibit ikan cupang hias saja ke koperasi. "Selama ini. koperasi sangat membantu pengusaha skala kecil yang perputaran modalnya lambat," tuturnya.

Menurutnya, penjualan ikan cupang hias juga menurun akibat praktik jual beli melalui internet. Bagi pehobi yang sibuk dan tidak punya banyak waktu, tentu mereka lebih memilih cara ini. "Lebih praktis dan biasanya harganya lebih murah," kata dia.(CR-29)
Sumber : Sinar Harapan 30 Januari 2012,hal. 9

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar