Rabu, 02 Februari 2011

Cara Membuat Garam

Tubuh manusia tidak dapat berfungsi tanpa garam. Tidak mengherankan, garam telah berperan penting dalam pembangunan manusia dan peradabannya.

Garam adalah pengawet pertama untuk makanan, yang memungkinkan manusia bisa melakukan perjalanan dan perdagangan jauh.  Zaman Romawi kuno tela menggunakan istilah garam untuk alat pertama pembayaran . Istilah "salary" atau "gaji" berasal dari bahasa Romawi "salarium," ketika itu para tentara dibayar ( sebagiannya) dengan garam (salt). 


Kita beruntung hidup di negeri Indonesia tercinta ini  karena lebih dari 70 persen permukaan bumi berupa air. Dari 70% itu 97 persennya mengandung garam, sedangkan sisanya air tawar 3 %. Istilah yang tepat untuk proses pembuatan garam yang dimaksud di sini adalah pengambilan / pemisahan garam dari air laut.

aliran air laut
Untuk itu harus terlebih dahulu mengumpulkan air laut di kolam, tambak, danau atau penampung (reservoir) khusus lainnya. Ini agar air yang sudah dikumpulkan tidak terganggu oleh pasang air laut.
Reservoir dapat berupa buatan manusia maupun ciptaan alam, seperti kolam, tambak, waduk atau danau. Tapi tanah yang pori-porinya halus akan lebih baik karena memiliki dasar yang dapat mencegah air laut serta kandungan mineralnya agar tidak banyak meresap ke dalam tanah.

petani garam

petani memanen garam











Berikutnya, hamparan air laut dijemur oleh panas matahari sampai warna air berubah merah. Dalam skala luas, lebih murah menggunakan penguapan matahari untuk membuat garam. Tentu dibutuhkan cuaca yang panas, karena di musim hujan prosesnya akan sulit. Untuk skala kecil, bisa saja menggunakan tungku dan panci.
Berikutnya, mengeringkan air garam. Beberapa pembuat garam mengetahui sudah waktunya untuk menguras air garam ketika air berubah menjadi merah. Warna merah berasal dari alga yang berubah warna akibat konsentrasi garam yang semakin tinggi.
Berikutnya pengurasan air garam ke kolam kristalisasi atau tempat pengasinan. Di sinilah natrium klorida - garam - akhirnya mengkristal di dasar kolam.
Setelah garam mengkristal di bagian bawah reservoir, garam lalu dipanen/dikumpulkan dengan alat garuk. Garam kristal ini masih harus diproses agar bersih dan bisa dipakai, dikemas kemudian dipasarkan. menurut Aris Mulyawan yang sebagai petani garam, garam dapat dijual dengan harga 1000/kg dan beliau dapat memproduksi 250 kg garam dalam satu minggu, tetapi dengan cuaca yang tidak menentu seperti ini beliau susah untuk memproduksi garam sehingga hasil produksi garam merosot tajam.

31 komentar:

  1. wah.. ok ok...
    tapi saya mau tanya perlengkapan hidup petani garam itu apa saja ya???
    makasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas artikel cara membuat garamnya semoga saya bisa menjadi petani garam yang sukses

      Hapus
  2. untuk perlengkapan (peralatan) petani garam dalam proses pembuatan garam yang sederhana antara lain ada ada kolam penampung air laut, alat garuk untuk memanen atau memisahkan garam, jika cuaca buruk dapat menggunakan tungku dan panci untuk memanaskan air laut, saringan yang biasa dibuat dari kain..

    BalasHapus
  3. jadi membuat garam itu gampang-gampang susah ya????

    BalasHapus
  4. juwita : sebenarnya tidak da yang susah jika mau mencoba dan tekun tanpa pantang menyerah ;)

    BalasHapus
  5. kalo mau beli garam dari petani garam langsung di jakarta di mana ya? atau paling deket dari jakarta di mana ya? minta info alamat lengkapnya ya. thx

    BalasHapus
  6. maaf bos saya kurang tahu karena saya juga belum pernah survey ke jakarta untuk masalah penjual garam :D

    BalasHapus
  7. kang, kalo dikembangkan menggunakan mesin gmn ?
    pengeringannya dilakukan dnegan matahari, dan pemanasan dengan mesin di malam hari, pakah itu bisa mmbantu?
    dn jg kalau di berikan atap kaca (greenhouse) apakah alga ny masih bisa tumbuh dalam arti proses pembuatan garam apakah masih bisa berlangsung di dalam hujan ?

    BalasHapus
  8. jika pengembangan menggunakan mesin tidak masalah, cuman yang perlu d perhatikan terkait masalah pengeluaran biaya untuk pembuatan dan perawatan mesin itu sendiri.Dalam skala luas, lebih murah menggunakan penguapan matahari untuk membuat garam.

    penggunaan rumah kaca juga dapat digunakan asalkan diperhatikan tebal kaca yang digunakan agar cahaya matahari masuk dengan optimal sehingga alga tumbuh dengan optimal pula..

    BalasHapus
  9. Kalo suku2 yg berada di hutan gmn yah cara mendapatkan garam

    BalasHapus
  10. Gan, proses kristalisasi nya seperti apa ya? klw dalam jumlah kecil, step-nya apa aja? Thx.

    BalasHapus
  11. nice posting gan , saya jadi dapat ilmu :))

    BalasHapus
  12. gan, tahapan-tahapannya cuma 2 aja ya? peningkatan konsentrasi sama pernkristalisasian tok?

    BalasHapus
  13. bagaimana ingin proses dan bersihkan garam itu supaya ia selamat digunakan?

    BalasHapus
  14. @yusuf : iya intinya dua tahap "tok" hehe :)

    BalasHapus
  15. @AnonymousJan 16, 2012 07:12 AM : asalkan alat, pembuat dan bahan air lautnya steril, saya yakin sudah bersih dan selamat dalam penggunaan.

    BalasHapus
  16. @all : yang mengucapkan postingan ini bagus, saya ucapkan juga banyak terimakasih dan semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  17. Kisaran harga mesin u pengeringan brp gan kira2? Di Indonesia sudah tersedia blm mesinnya?

    BalasHapus
  18. @anonim : maaf lama saya membalas komentar anda, emm untuk alat pengeringan yang saya maksud dalam postingan cara membuat garam ini bersifat masih tradisional sehingga bukan mesin melainkan cahaya matahari

    BalasHapus
  19. saya sudah punya gagasan membuat mesin dari dulu. karena terkendala dana.rancangan itu saya simpan entah sampai kapan. mesin ini dapat dioperasikan tiap hari. tidak mengenal cuaca, bagi yg mau kerjasama saya tunggu di 087824074725.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap nih gan, kalo ada materinya silahkan email ke niko.nila@gmail.com nanti biar saya publikasikan :)

      Hapus
  20. good info gan, minta info kerjasama dengan petani garam di sekitar jakarta & tangerang harus kemana ya.thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti saya berikan linknya gan, d posting selanjutnya :)

      Hapus
  21. Wahh makasih udah sharing.ini kayanya udh diajarin d sd tp udh lupa krn cara pnjelasan di buku cetak agak rumit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata cukup sederhana bukan? selamat di coba dalam skala kecil.. asal anda tahu indonesia yang negara maritim masih impor garam loh jadi bisa ini jadi peluang

      Hapus
  22. thanks for sharing tentang pembuatan garemmm ... taunya cuman dikeringin ternyata ada perubahan warna dan filterisasi lagii...maklum belum pernah liat...

    BalasHapus
  23. Gan, saya ada program pelatihan petani garam....bisa minta info,atau agan bersediakah menjadi pelatihnya....untuk konfirmasi bisa ke mail. Gege.advance@yahoo.com

    BalasHapus