Jumat, 16 September 2011

Oseanografi Biologi

Oseanografi merupakan cabang ilmu bumi yang mempelajari tentang segala aspek yang berkaitan dengan samudra atau laut beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak samuderanya. Secara umum, oseanografi sendiri dapat dibagi dalam empat bidang ilmu utama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosfer di bawah laut, fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus, gelombang, pasang surut dan temperatur air laut, kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut, dan yang ke empat adalah biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut.

Senin, 12 September 2011

Indonesia Izinkan AS Eksplorasi Laut

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia tahun ini akhirnya memberi izin pada Amerika Serikat untuk memulai pelaksanaan kegiatan eksplorasi bersama di bidang kelautan dan perikanan.

Ekspedisi yang akan dimulai sejak Mei-Agustus 2010 itu akan dilakukan di laut Sangihe Talaud, kawasan perairan terluar Sulawesi Utara. Menurut administrator National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Jane Lubchenco, riset ini mencakup hidrotermal, vulkanologi, pemetaan dasar laut, oseanografi, karakterisasi habitat laut, flora-fauna laut dalam, potensi mineral, hingga teknologi eksplorasi laut.

Sea Orbiter

Okeh setelah sekian lama tidak berbagi informasi, saya akan berbagi tentang salah satu dari teknologi eksplorasi kelautan.


Sea Orbiter, Sebuah stasiun eksplorasi laut yang dirancang menyerupai kapal Starship Enterprise yang biasa kita lihat difilm-film Hollywood akan segera dibuat. Stasiun ini disebut Sea Orbiter. Dengan besar 51M (167 kaki) menjadi struktur vertikal pertama yang memungkinkan sebagian berada di permukaan dan sebagian lagi di dalam lautan.

Selasa, 08 Maret 2011

Tingkah Laku Ikan Terhadap Perubahan Suhu

Hewan air akan memberikan respon fisiologis terhadap perubahan lingkungannya sebagai tempat hidupnya. Perubahan suhu dari keadaan normal menjadi lebih panas atau lebih dingin di suatu perairan dapat dipengaruhi oleh keadaan alam seperti pemanasaan oleh matahari, perubahan musim, gejala pergeseran dasar perairan, letusan gunung merapi bawah laut dan sebagainya. Setiap jenis ikan biasanya mempunyai kisaran suhu di perairan yag cocok. Dalam keadaan suhu normal metabolisme maupun tingkah laku ikan akan berjalan dengan normal juga. Namun bila terjadi perubahan suhu, respon yang diberikan oleh ikan akan menunjukan penyesuaian metabolisme tubuhnya terhadap lingkungan untuk mempertahankan kehidupannya. Respon yang diperlihatkan oleh ikan bjiasanya berupa perubahan tingkah laku maupun pergerakan ikan.

Sabtu, 19 Februari 2011

Sungai dalam Laut

saya pernah dengar sungai dalam laut sehingga saya tertarik untuk berbagi info ini, sehingga anda mungkin pernah dengar dari sumber lain. Informasi ini bukan Hoax (pemberitaan palsu) tapi ada beberapa hal yang perlu diluruskan.
 
Sungai dalam laut yang akan dibahas bernama Cenote Angelita yang berada Mexico, sebelum kita masuk lebih dalam kita harus mengetahui dahulu arti kata "Cenote" yang berasal dari kata suku maya "D'zonot" yang berarti sebuah lubang atau gua bawah tanah yang memiliki air. Sedangkan "Angelita" berarti "malakat kecil". Jadi Cenote Angelita berarti "Gua Malaikat Kecil".

Pengaruh Bendungan atau DAM Terhadap Ekosistem Sungai

Sejalan dengan perkembangan masyarakat di wilayah daerah aliran sungai (DAS), maka berbagai tatanan kehidupan berubah dengan cepat mengikuti berbagai kebutuhan masyarakat. Salah satu dampak dari perubahan tersebut  ialah pola pemanfaatan sumber daya alam yang berada disekitar masyarakat. Keinginan untuk memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin, umumnya kurang memperhatikan dampak yang akan muncul dikemudian hari. Selain itu perkembangan penduduk dan pemukiman akan mendesak pola penggunaan lahan di wilayah hulu berubah yang biasanya dikonversi dari penggunaan lahan pertanian ke non-pertanian. 

BUDIDAYA PERIKANAN

Menurut UU RI NO 45 tahun 2009 tentang perubahan aras UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan, pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan /atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya.

Kapal Perikanan


Kapal perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang digunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan, dan penelitian/ekplorasi perikanan. 

KLASIFIKASI KAPAL IKAN

Pelabuhan Perikanan

Pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan /atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.

Pengantar Ilmu Perikanan

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai negara kepulauan yang besar,  memiliki 17.508 buah pulau dengan luas lautnya kurang lebih 5,8 juta km2 terdiri atas 3,1 juta km2 perairan teritorial mencakup laut pesisir, laut lepas, teluk dan selat, dan 2,7 juta km2 merupakan hak pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan di zone ekonomi eksklusif (ZEE) yaitu perairan yang berada 12 hingga 200 mil laut dari garis pantai titik titik terluar kepulauan Indonesia.